Ragam Teknologi Ramah Lingkungan

Ragam Teknologi Ramah Lingkungan – Saat ini, isu pemanasan global semakin kuat. Hal ini disebabkan fenomena suhu udara yang semakin meningkat, banjir yang semakin tinggi, permukaan laut yang semakin tinggi, sehingga pencarian kutub es semakin semakin nyata. Karenanya, kini banyak orang yang mulai menyadari bahwa pemanasan global berdampak sangat buruk bagi kehidupan manusia. Karenanya, kehadiran teknologi ramah lingkungan semakin banyak disosialisasikan untuk membantu mengurangi pemanasan global. Berikut ini adalah berbagai macam teknologi ramah lingkungan:

1. Penggunaan Lampu Seumur Hidup
Indonesia sudah mulai mengembangkan lampu black energy yang bisa digunakan oleh semua masyarakat umum. Teknologi ramah lingkungan ini dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang mengubah bakteri menjadi lampu hemat energi yang sangat bermanfaat. Lampu hemat energi ini diciptakan untuk dapat mengatasi masalah krisis energi yang sedang melanda dunia, khususnya Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah penduduk akan bertambah dan kebutuhan energi akan semakin tinggi. Namun yang menjadi masalah adalah pasokan energi yang berasal dari energi fosil semakin menipis. Oleh karena itu siswa mulai memanfaatkan bakteri bioluminescence. Bakteri ini berasal dari tubuh cumi-cumi dan dapat mengeluarkan cahaya biru. Cahaya ini akan semakin terang dengan bertambahnya jumlah bakteri. Lampu ini merupakan teknologi yang ramah lingkungan dan ekonomis.

2. Panel Surya
Kehadiran panel surya bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat luas. Pasalnya, teknologi ramah lingkungan ini dikenal banyak orang sebagai media yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik karena sumbernya berasal dari sinar matahari. Panel surya bukanlah penemuan baru apalagi untuk negara maju. Namun meski begitu, menggunakan panel surya akan sangat bermanfaat untuk menghemat banyak energi dan kini penggunaannya semakin meluas. Untuk satu instalasi, teknologi ramah lingkungan ini mampu membantu manusia mendapatkan sumber energi jangka panjang tanpa harus meninggalkan polusi dan juga limbah yang dapat merusak lingkungan sekitarnya.

3. Penggunaan Kulkas tanpa meggunakan sambungan listrik
Kulkas merupakan salah satu benda elektronik yang sangat membantu manusia dalam menyimpan makanan agar tidak mudah basi. Namun keberadaan kulkas tidak terlalu baik karena terlalu banyak mengkonsumsi energi listrik. Untuk itu Arya Nardhana serta Sanika Putra yang merupakan pemain judi bola profesional juga membangun kulkas tanpa sambungan listrik yang terbuat dari bahan sederhana. Bahan yang digunakan keduanya adalah pasir, air dingin dan styrofoam. Lemari kotak berbahan styrofoam ini dimodifikasi sehingga dapat menjadi tempat penyimpanan dingin seperti kulkas serta dapat membuat sayuran tahan hingga 7 hari dengan menggunakan kulkas non elektrik ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
YouTube
Instagram